Di toko bangunan, Anda akan menemukan dua jenis ubin yang sekilas sangat mirip namun memiliki perbedaan harga yang signifikan. Keramik biasa dijual lebih murah, sementara granit tile ditawarkan dua hingga tiga kali lebih tinggi. Perbedaan itu bukan sekadar merek, melainkan perbedaan fundamental pada proses produksi dan struktur material.
Keramik: Tanah Liat yang Diglasur
Keramik lantai konvensional diproduksi dari campuran tanah liat yang dibentuk, kemudian dilapisi cairan glasur di permukaannya, dan dibakar pada suhu sekitar 1.100 derajat Celsius. Struktur keramik terbentuk dari dua lapisan: inti badan tanah liat berpori di bagian bawah, dan lapisan glasur keras di bagian atas. Seluruh kekuatan dan estetika keramik ada pada lapisan glasurnya yang tipis. Jika lapisan glasur tergores, badan keramik yang lebih lunak terekspos dan bisa menyerap noda.
Granit Tile: Padat Homogen Hingga ke Inti
Granit tile (porcelain tile / full-body tile) diproduksi dari tanah liat khusus yang dibakar pada suhu 1.200-1.400 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini memampatkan seluruh struktur material menjadi sangat padat. Hasilnya adalah ubin yang homogen dari atas ke bawah. Bahkan jika permukaannya tergores, tampilan tidak berubah drastis karena material di bawahnya identik. Tingkat penyerapan airnya sangat rendah (di bawah 0,5%), menjadikannya sangat tahan terhadap kelembapan, noda, dan cuaca.
Pilihan untuk Setiap Area Rumah
Untuk area kering dalam ruangan dengan lalu lintas rendah seperti kamar tidur, keramik glazur berkualitas bagus sudah lebih dari cukup dan jauh lebih hemat. Untuk ruang tamu luas, dapur, teras outdoor, atau area komersial dengan banyak pijakan, granit tile adalah investasi jangka panjang yang lebih bijak karena ketahanannya yang superior terhadap goresan, noda, dan cuaca.





