Cara Menata Rumah agar Tidak Terasa Sumpek Meski Banyak Barang

Cara Menata Rumah agar Tidak Terasa Sumpek Meski Banyak Barang

Memiliki banyak barang di rumah adalah hal yang wajar, terutama bagi keluarga aktif atau mereka yang sudah lama menempati satu hunian. Namun, masalah sering muncul ketika rumah mulai terasa sumpek, pengap, dan melelahkan secara visual. Kondisi ini bukan semata-mata karena jumlah barang, melainkan karena cara penataan yang kurang tepat. Dengan strategi yang benar, rumah tetap bisa terasa lega dan nyaman meski berisi banyak barang.

Langkah pertama yang penting adalah mengelompokkan barang berdasarkan fungsi, bukan berdasarkan ruangan semata. Barang yang sering digunakan sebaiknya mudah dijangkau, sementara barang yang jarang dipakai disimpan di area khusus. Ketika barang tercampur tanpa sistem, rumah akan terasa berantakan meski jumlahnya tidak bertambah. Penataan berbasis fungsi membantu ruang bekerja lebih efisien dan mengurangi kesan penuh.

Strategi berikutnya adalah memanfaatkan penyimpanan vertikal. Banyak rumah terasa sempit karena semua barang menumpuk di level lantai atau meja. Rak dinding, lemari tinggi, dan kabinet atas membantu memindahkan beban visual ke arah vertikal, sehingga lantai tetap lapang. Ruang yang lapang di bawah memberikan ilusi luas dan membuat pergerakan lebih nyaman.

Pemilihan furnitur juga sangat berpengaruh. Furnitur besar dan tertutup penuh hingga lantai cenderung membuat ruangan terasa berat. Sebaliknya, furnitur berkaki tinggi atau desain ringan membantu cahaya dan udara mengalir lebih bebas. Furnitur multifungsi—seperti bangku dengan ruang penyimpanan atau meja lipat—sangat ideal untuk rumah dengan banyak barang karena menggabungkan fungsi tanpa menambah volume visual.

Selain itu, penting untuk mengatur zona kosong yang disengaja. Banyak orang merasa semua sudut harus terisi agar “tidak mubazir”. Padahal, ruang kosong justru memberi napas visual bagi ruangan. Menyisakan area kosong di sudut tertentu, di bawah jendela, atau di tengah ruangan membantu mata beristirahat dan mengurangi rasa sumpek.

Cara menyimpan barang juga menentukan kenyamanan. Penyimpanan tertutup lebih efektif untuk mengurangi kesan penuh dibandingkan rak terbuka yang penuh barang kecil. Rak terbuka sebaiknya dibatasi dan ditata secara sederhana. Terlalu banyak objek kecil yang terlihat akan membuat ruangan terasa ramai meski sebenarnya rapi.

Warna dan pencahayaan berperan besar dalam menciptakan kesan lapang. Warna terang dan netral membantu memantulkan cahaya, membuat ruangan terasa lebih luas. Pencahayaan yang merata—bukan hanya satu lampu utama—membantu menghilangkan bayangan gelap yang membuat ruangan terasa sempit. Cahaya yang baik membuat barang terlihat lebih teratur dan ruang terasa lebih lega.

Kebiasaan harian juga tidak boleh diabaikan. Rumah dengan banyak barang membutuhkan rutinitas penataan ringan, seperti mengembalikan barang ke tempatnya setiap hari. Tanpa kebiasaan ini, barang akan mudah berpindah dan menumpuk di area yang salah, menciptakan kesan sempit dengan cepat.

Terakhir, lakukan evaluasi berkala. Barang yang sudah tidak digunakan dalam waktu lama sering kali hanya memenuhi ruang tanpa memberi manfaat. Mengurangi barang secara selektif bukan berarti harus minimalis ekstrem, tetapi memastikan setiap barang memiliki peran yang jelas.

Rumah yang nyaman bukan rumah yang kosong, melainkan rumah yang tertata dengan cerdas. Dengan penataan yang tepat, sistem penyimpanan yang efisien, dan kebiasaan yang konsisten, rumah tetap bisa terasa lega, rapi, dan nyaman meski menyimpan banyak barang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *