Hidup di Wilayah Bencana, Saatnya Gunakan Dua Material Anti-gempa Ini

Hidup di Wilayah Bencana, Saatnya Gunakan Dua Material Anti-gempa Ini

Hidup di Wilayah Bencana, Saatnya Gunakan Dua Material Anti-gempa Ini

Hidup di area rawan gempa tentu kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi gempa yang mungkin dapat terjadi secara tiba tiba. Memperhatikan material pembangunan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga diri dari gempa yang mungkin saja dapat terjadi secara tiba tiba. 

Beberapa material pembangunan bisa menjadi pilihan anda dalam upaya membangun rumah anti gempa. Berikut ini ada beberapa material bisa menjadi pilihan anda dalam upaya membangun rumah anti gempa. Berikut ini ada beberapa material yang dapat anda gunakan untuk membangun rumah anti gempa.

cat serat kaca 

Dari tim peneliti di The University of Tokyo memperkenalkan cat yang diperkuat serat kaca yang disebut SG2000. Penelitian yang dipimpin oleh Kenjiro Yamamoto tersebut memulai eksperimennya menggunakan teknik untuk memasang kembali struktur pasangan bata di daerah yang berkemungkinan besar akan terjadinya gempa.

Cat serat kaca atau SG 2000 merupakan bahan lapisan yang terbuat dari standar acrylic-silikon cat resin dan kaca serat. Selama pengujian laboratorium, ditemukan bahwa produk ini mudah diterapkan pada struktur bangunan. 

Bahan ini terbukti mampu menjaga sambugnan batu bata pada sebuah dinding yang telah dilapisi dengan campuran semen. Ini membuat kurangnya kerusaka pada bagunan akibat dari terlepasnya batu bata. Ketia dilakukannya uji kekurangan, bangunan saat terjadinya guncangan, struktur bata yang telah dilapisi cat khusus at terjadinya guncangan, struktur bata yang telah dilapisi cat khusus tsebut tidak mudah pecah.

Beton Tahan Gempa

Sekitar pada tahun 2017, Universitas British Columbia memperkenalkan beton bertulang serat yang tahan pada guncangan gempa. Beton tersebut disebut komposit semen ulet yang ramah lingkungan. Beton berisikan material yang direkayasa pada skala molekuler sehingga menjadi lebih kuat, mudah dibentuk dan juga mirip dengan baja.

Untuk menguji tingkat kekuatan produk kemudian dilapisi pada dinding dengan ketebalan 10 milimeter. Dinding tersebut kemudian diberi sebuah getaran magnitudo 9,0-9,1, dan dinding tersebut tetap berdiri dengan kokoh.

Dua inovasi baru yang ditemukan oleh para ilmuwan ini menjadi harapan baru bagi dunia konstruksi yang lebih aman.

Seluruh gempa dengan magnitude tinggi dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan dan jalan, maka dari itu, selalu cermat dalam memilih material yang akan anda gunakan dalam pembangunan rumah agar rumah tahan terhadap guncangan yang cukup berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *