Rumah Harga Rp300 Jutaan Masih Jadi Incaran di Tengah Pandemi

Rumah Harga Rp300 Jutaan Masih Jadi Incaran di Tengah Pandemi

Di tengah pandemi covid-19 saat ini, keadaan ekonomi memang tidak stabil. Selain itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa daya beli masyarakat mengalami penurunan. Meski demikian, ternyata minat konsumen terhadap rumah Rp300 jutaan malah meningkat di tengah merebaknya virus tersebut. 

Bagaimana Peningkatan Permintaan Rumah Rp300 Jutaan?

Permintaan rumah Rp300 jutaan ini mulai mengalami peningkatan pada kuartal pertama tahun 2020. Selanjutnya, peningkatan minat konsumen terhadap hunian tersebut terjadi secara signifikan di kuartal ke-2 tahun 2020. Berdasarkan dari data yang ada, 30% dari semua hunian yang dicari oleh konsumen adalah hunian yang bernilai sekitar 300 juta rupiah hingga 500 juta rupiah.

Peningkatan permintaan tersebut hampir merata di setiap daerah. Namun, yang paling mencolok adalah di Jabodetabek. Salah satu contohnya adalah larisnya rumah 300 jutaan di sebuah klaster yang ada di Karawaci, Tangerang. Sebanyak 324 unit di klaster tersebut ludes dipesan oleh pembeli dalam waktu kurang dari satu hari.

Hal ini tentu saja membuktikan bahwa pasar properti menengah ke bawah tidak sepenuhnya terkena dampak negatif dari merebaknya virus covid-19. Peningkatan minat pembeli terhadap rumah senilai 300 jutaan tersebut tentu saja sedikit membawa angin segar dalam bisnis properti di tengah masa yang sulit ini.

Apa yang Membuat Konsumen Berminat pada Rumah Rp 300 Jutaan?

Semakin banyaknya konsumen yang berminat pada hunian menengah ke bawah ini tentu dipengaruhi oleh beberapa hal.

  • Cicilan Terjangkau

Salah satu alasan utama mengapa konsumen banyak mencari rumah Rp300 jutaan adalah cicilannya yang terjangkau. Sehingga, banyak pembeli, terutama pasangan muda, yang mampu membeli hunian menengah ke bawah ini.

  • Umumnya, Fasilitas Rumah Cukup Lengkap

Banyak klaster yang menawarkan rumah Rp300 jutaan dengan fasilitas yang cukup lengkap. Dengan demikian, banyak pembeli yang tertarik untuk memiliki rumah di klaster tersebut.

  • Membutuhkan Properti untuk Bisnis

Pada saat ini, konsumen membeli rumah menengah ke bawah ini bukan murni untuk dihuni. Beberapa dari mereka mencari hunian murah tersebut untuk menjalankan bisnis rumahan, bisnis online, dan bahkan untuk jasa ekspedisi.

Menurut pengamat bisnis properti, minat pembeli pada rumah seharga 300 juta rupiah tersebut tidak akan pernah surut. Sehingga, meski pandemi covid-19 sedang melanda, tetap ada banyak orang yang mengincar hunian menengah ke bawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *